Apr
24

PAJAK

Posted by Dicky Hendra Mulyadi  //  EKONOMI  //  No Comments

PAJAK

1. Pengertian Pajak
Dalam pajak melekat ciri-ciri sebagai berikut:
 Pajak dipungut berdasarkan Undang-undang (secara yuridis dapat dipaksakan).
 Jasa timbal tidak dapat ditunjukkan secara lansung.
 Pajak dipungut oleh Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah.
 Pajak dipergunakan untuk membiayai pengeluaran umum pemerintahan.

Pajak adalah iuran wajib oleh wajib pajak kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapatkan balas jasa secara langsung yang tujuannya untuk mencapai kesejahteraan umum.
2. Perbedaan antara Pajak, Retribusi dan Sumbangan
 Pajak
Merupakan iuran wajib yang dibayar oleh wajib pajak kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapatkan balas jasa secara langsung yang tujuannya untuk mencapai kesejahteraan umum.
 Retribusi
Merupakan iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan mendapat balas jasa (kontra presentasi) yang langsung dapat ditunjukkan oleh Pemerintah. Contoh: Biaya parkir.
 Sumbangan
Merupakan iuran dari suatu pihak (orang atau badan) kepada pihak lain yang sifatnya sukarela. Karena sifatnya sukarela maka mengenai bentuk atau jumlah sumbangan biasanya tidak perlu ditentukan terlebih dahulu. Bentuk dan besarnya sumbangan dapat pula ditetapkan berdasarkan kesempatan dari pihak yang terkait.
 Perbedaan Pajak dengan Retribusi
 Pajak adalah iuran dari rakyat kepada Negara tanpa balas jasa yang dapat ditunjukkan langsung, sedangkan
 Retribusi adalah iuran dari rakyat kepada Negara dengan mendapat balas jasa yang dapat ditunjuk langsung.
 Perbedaan Pajak dengan sumbangan
 Pajak adalah iuran yang ditarik dengan undang-undang dan dapat dipaksaan, sedangkan
 Sumbangan adalah iuran yang tidak dapat dipaksakan karena sifatnya sukarela.

3. Penggolongan Pajak
a. Ditinjau dari cara pemungutannya.
1. Pajak Lansung
Merupakan pajak dibebankan harus ditanggung oleh wajib pajak sendiri. Contoh: pajak penghasilan, PBB, pajak kendaraan bermotor, pajak kekayaan.
2. Pajak Tidak Langsung
Pajak yang pemungutannya dialihkan kepada orang lain. Contoh: pajak penjualan, cukai, pajak tontonan, PPN, pajak iklan.
b. Ditinjau dari objek yang dikenakan pajak.
1. Subjektif
Merupakan pajak yang pemungutannya berdasarkan orangnya. Contoh: pajak penghasilan, pajak kekayaan.
2. Objektif
Merupakan pajak yang pemungutannya berdasarkan kepada objeknya. Contoh: pajak kendaraan, bea meterai, PBB
c. Ditinjau siapa yang memungut pajak.
1. Pajak Negara
Merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat.
2. Pajak Daerah
Merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah.

4. Fungsi dan Manfaat Pajak
a. Fungsi Pajak
1) Fungsi Budgeter
Fungsi budgeter adalah pajak sebagai sumber pendapatan Negara.
2) Fungsi Alokasi
Fungsi alokasi adalah sumber dana pembiayaan pembangunan.
3) Fungsi distribusi
Fungsi distribusi adalah alat pemerataan pembangunan.

4) Fungsi Regulasi/stabilisasi
Fungsi regulasi adalah alat untuk menjaga kestabilan ekonomi.
b. Manfaat Pajak
 Pajak sebagai salah satu sumber penerimaan Negara.
 Pajak sebagai alat pemerataan pendapatan.
 Pajak sebagai alat pendorong investasi.

5. Tarif Pajak.
Tarif pajak dapat menggunakan:
a. Tarif Pajak Proporsional
Merupakan persentase pajak tetap, berapapun jumlah pendapatan kena pajaknya.
b. Tarif pajak Progresif
Merupakan tarif pajak dengan persentase yang naik (semakin besar jumlah kena pajak, semakin besar persentase pajak). Tarif progresif ini biasanya digunakan untuk pajak-pajak subjektif yang memperhatikan daya pikul wajib pajak.
c. Tarif pajak Regresif
Merupakan persentase pajak menurun (semakin besar jumlah kena pajak, semakin kecil tarif pajaknya).

Pendapatan kena pajak Jenis Tarif
Proporsional Progresif Regresif
Rp. 25.000.000 10 % 10 % 10 %
Rp. 50.000.000 10 % 15 % 9 %
Rp. 75.000.000 10 % 30 % 8 %

6. Pajak Penghasilan
 Objek Pajak
Adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan yang diterima wajib pajak baik itu berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
 Subjek Pajak
Adalah penghasilan yang dapat berupa balas jasa yang diterima.
Seperti :
- Hadiah
- Laba Usaha
- Keuntungan
- Warisan.
 Penghasilan tidak Kena Pajak (PTKP)
 Rp. 13.200.000,- untuk wajib pajak pribadi.
 Rp. 1.200.000,- untuk wajib pajak yang sudah menikah.
 Rp. 1.200.000,- untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
 Rp. 1.200.000,- tambahan untuk setiap anak maksimal 3 orang.
 Tarif Pajak
Tarif pajak adalah jumlah tertentu yang dikenakan atas objek pajak.
a. Pajak Pribadi
No. Penghasilan Kena Pajak (PKP)/tahun Tarif Pajak
1. ≤ Rp. 25.000.000 5 %
2. 25.000.000 s/d 50.000.000 10 %
3. 50.000.000 s/d 100.000.000 15 %
4. 100.000.000 s/d 200.000.000 25 %
5. > Rp. 200.000.000 35 %

b. Pajak Badan
No. Penghasilan Kena Pajak (PKP)/tahun Tarif Pajak
1. Rp. 100.000.000 30 %

Contoh soal :
Tuan Aris seeorang kepala bagian mempunyai seorang istri dan empat orang anak. Ia menerima gaji perbulan sebesar Rp. 4.000.000,-, biaya jabatan sebesar Rp.300.000,- dan iyuran pension sebesar 10 % dari penghasilannya.
Diminta hitunglah besarnya pajak penghasilan terhutang Tuan Aris per bulan !
Jawab:
Penghasilan per bulan Rp. 4.000.000
Biaya jabatan Rp. 300.000
Iyuran pension 10% x Rp.4.000.000 Rp. 400.000 +
Rp. 700.000 -
Penghasilan bersih sebelum pajak /bulan Rp. 3.300.000
Penghasilan bersih /tahun=12 x Rp 3.300.000 = RP.39.600.000
PTKP :
1. Wajib pajak Rp. 13.200.000
2. Istri Rp. 1.200.000
3. 4 orang anak @ 1.200.000 Rp. 3.600.000 +
Jumlah PTKP Rp.18.000.000 -
Total PKP Rp.21.600.000

Besarnya PPh per tahun = 5 % x Rp. 21.600.000 = Rp. 1.080.000
PPh per bulan adalah = Rp. 1080.000 / 12 bulan = Rp. 90.000/bulan

Jadi, besar PPh terhutang yang harus dibayar tuan Aris perbulan adalah Rp.90.000,-

Leave a Reply