Dec
11

Skala ekonomi Koperasi

Posted by Dicky Hendra Mulyadi  //  EKONOMI  //  No Comments

SKALA EKONOMI KOPERASI

a. Pendekatan Skala Ekonomi
Keunggulan koperasi antara lain dapat diperoleh dengan menerapkan strategi biaya rendah (Porter); 1984, biaya rendah dapat diwujudkan melalui pencapaian skala kerja yang ekonomis. Economies of cale adalah semakin menurunnya biaya persatuan produk (AC; Aqerade Cost) apabila jumlah produksi diperbesar pada suatu rentang kegiatan produksi tertentu menurunnya AC disebabkan oleh baiya tetap (FC; Fixed Cost) dibebankan secara lebih menyebar terhadap jumlah produksi yang banyak. Apabila jumlah produksi diperbanyak terus, maka kapasitas batas maksimum, misalnya menyangkut luas ruangan, kapasitas mesin atau peralatan akan terlampaui sehingga perlu dilakukan penambahan implestasi untuk membangun kapasitas baru. Hal ini berarti FC akan naik sehingga peningkatan produksi akan meningkat AC dan karena itu secara teoritis kurva AC sering digambarkan bentuk huruf U.

b. Fungsi Koperasi
1. Mengambil alih kegiatan ekonomi individu anggota untuk disatukan (dipusatkan) pada usaha koperasi.
2. Tugas koperasi adalah menyelenggarakan kegiatan ekonomi bersama agar setiap individu memperoleh peningkatan efisiensi dan setiap anggota menjadi mampu bersaing di pasar.
3. Koperasi bekerja :
• Menghasilkan dampak agar individu anggota menjadi efisien.
• Atas biaya yang ditanggung oleh anggota karena itu beroperasi pada tingkat biayanya saja (bukan atas target keuntungan).
• Atas program dan biaya yang disetujui oleh rapat anggota.
• Dan hasilnya harus dilaporkan dan dipertanggungjawabkan pada rapat anggota.
• Tidak boleh menyimpang dari tujuan untuk meningkatkan perbaikan ekonomi anggota.
• Mewakili anggota didalam menghadapi pasar yang bersaing.
• Terkait langsung dengan kepentingan atau kegiatan ekonomi anggota.

c. Dampak Skala Ekonomi Koperasi
Menurut Hahn (Dracchieh; 1994) manfaat harga koperasi, menyatakan bahwa skala ekonomi berdampak pada :
1. Pengembangan tata kerja.
2. Pengurangan resiko operasional.
Semua dampak tersebut harus langsung diterima oleh individu anggota ketika anggota memanfaatkan layanan-layanan koperasi.

d. Dampak skala ekonomi pada pengembangan tata kerja :
1. Meningkatkan tata kerja atau manajemen yang sudah ada agar menjadi lebih efektif:
a. Melakukian riset dengan biaya di tanggung bersama dan menetapkan sidang-sidang kerja yang dapat dikonfirmasikan atau digantungkan antara anggota sehingga mengurangi beban kerja dan biaya pada masing-masing anggota.
b. Melakukan pembelian upaya bersama, bisa menggarap pesanan secara kolektip, alat transportasi bersama, stok barang bersama, pemanfaatan gudang yang masih kosong.
c. Saling memanfaatkan kapasitas produksi yang belum digunakan di antara anggota.
d. Upaya pemasaran bersama, misalnya agen penjualan bersama, pusat layanan purna jual bersama pelatihan selesmen shif.
e. Membentuk cadangan likuiditas bersama dan dana pinjaman murah.
f. Menyusun standarisasi atau keseragaman administrasi, sistem informasi dan akuntansi untuk menekan biaya pengembangannya.
Selain itu peningkatan tata kerja dapat ditempuh pula melalui upaya bersama dalam pendayagunaan sumber-sumber atau model-model kerja baru :
a. Penggunaan tenaga ahli secara bersama, peralatan bersama,dst.
b. Import bersama, fasilitas gudang, pelabuhan bersama.
c. Produksi bersama untuk barang-barang dengan spesifikasi yang sama
d. Pameran produk bersama,pelayanan informasi bersama, adfertensi bersama (iklan).
e. Menyelenggarakan lembaga keuangan bersama.
f. Membuka pusat informasi bersama dan saling tukar informasi.

2. Dampak skala ekonomi pada pengurangan resiko internasional:
1. Berdasarkan hasil kajian bersama, maka tanggungan resiko dapat diperkecil, melalui perbedaan kontrak asuransi, peraturan perubahan, tanggungan resiko kolektif.
2. Dalam pengadaan atau pembelian barang, resiko dapat diperkecil melalui perbaikan kontrak pembelian, pengangkutan, jaminan, kualitas pembagian resiko bersama dalam transfort dan gudang bersama.
3. Dalam proses produksi resiko diperkecil melalui kerja sama kontrol, standar hasil, perbaikan dalam, pengembangan proses, minimalisasi resiko kecelakaan.
4. Dalam pemasaran, resiko dihadapi bersama terhadap praktek-praktek monopoli, monopolis dan menghilangkan klaim resiko diantara anggota.
5. Dalam bidang keuangan resiko diperkeci lmelalui pertukaran informasi tentang pelanggan, angsuran kredit bersama, keringanan syarat-syarat kredit.
6. Dalam segi administrasi, resiko diperkecil melalui perbaikan peraturan asuransi, sentralisasi dokumentasi dan informasi, penghapusan resiko antar anggota.

Leave a Reply

Delicious


Calendar

December 2011
M T W T F S S
« Jul   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031