May
31

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK PPLK)

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Proses pendidikan tidak bisa dilepas dari Proses Belajar Mengajar (PBM) karena merupakan inti dari proses pendidikan itu sendiri. Peran guru sebagai fasilitator dan motivator menentukan keberhasilan dari proses pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya suatu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar dalam suatu interaksi timbal balik yang saling menunjang.

Wrightman (1977) dalam Usman mengungkapkan bahwa peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya. (Usman, 2000: 4). Mengingat pentingnya peran guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, maka guru dituntut untuk mampu merancang proses belajar mengajar dengan cermat agar pembelajaran yang diselenggarakan efektif. Salah satu indikasi pembelajaran yang efektif yaitu aktifitas belajar yang tinggi dari siswa.

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan selama latihan mengajar di SMA Lab UNP, bahwa sebenarnya siswa memiliki minat belajar yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari situasi kelas yang cukup tenang, siswa serius dalam mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru, jarang sekali siswa yang keluar masuk selama Proses Belajar Mengajar berlangsung, serta pada umumnya siswa mengerjakan tugas/ latihan/ PR yang diberikan. Akan tetapi, aktifitas belajar siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung belumlah maksimal serta dengan banyaknya latihan yang diberikan tidak begitu meningkatkan aktifitas belajar siswa. Hal ini terlihat dari hampir tidak adanya siswa yang bertanya ataupun mengemukakan pendapat, dan kurangnya antusias dan motivasi siswa dalam menjawab pertanyaan guru secara perorangan.

Untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar, diperlukan kreatifitas guru dalam memilih dan menerapkan metode ataupun strategi mengajar yang tepat. Untuk mengatasi masalah tersebut diatas, aktifitas siswa untuk lebih aktif tersebut dapat dipancing dengan memberikan latihan dibawah bimbingan guru serta memberikan beberapa point kepada siswa yang aktif dalam pembelajaran berlangsung, seperti aktif bertanya, mengeluarkan pendapat, dan aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul ” Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dengan Penerapan Latihan Terbimbing Disertai Dengan Sistem Point pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Laboratorium UNP Padang”

 

 

 

 

  1. B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan yang diantaranya sebagai berikut :

  1. Dalam mengikuti mata pelajaran Ekonomi motivasi  siswa masih belum maksimal.
  2. Kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran Ekonomi.
  3. Kurangnya motivasi siswa dalam menjawab ketika diberikan pertanyaan oleh guru.
  4. C.    Batasan Masalah

Adapun batasan  masalah dalam penelitian ini adalah mencakup tentang motivasi siswa dalam mata pelajaran Ekonomi.

  1. D.    Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah yang ada maka dapat dirumuskan permasalahan: ”Apakah dengan Pembelajaran Melalui penerapan metode latihan terbimbing disertai dengan Sistem Point dapat Meningkatan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di kelas XI IS  SMA Laboratorium UNP Padang?”.

  1. E.     Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan sistem point dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IS  pada mata pelajaran Ekonomi di kelas XI  SMA Laboratorium UNP Padang.

  1. F.     Manfaat

Manfaat dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :

  1.              1.     Bagi peneliti, sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah Praktek Lapangan Kependidikan.
    1.              2.     Menambah ilmu pengetahuan penulis dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kemampuan diri sebagai calon pendidik.

3.     Bagi sekolah, sebagai bahan masukan untuk pengembangan model pembelajaran dan pengembangan kegiatan belajar mengajar untuk memperoleh hasil belajar yang sesuai kriteria ketuntasan minimum.


 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

  1. A.    Tinjauan tentang metode latihan terbimbing

Bimbingan belajar disekolah dilaksanakan dalam rangka mengatasi berbagai faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa, kesulitan belajar ini akan menimbulkan hambatan bagi siswa itu sendiri dalam mengikuti pelajaran. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar adalah kurangnya kemampuan dasar yang dimiliki siswa, kurangnya kemauan siswa untuk belajar, situasi pribadi terutama emosional yang dimiliki siswa.

Pemberian latihan terbimbing kepada siswa dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan latihan dapat diperbaiki. Utomo (1991 : 202) mengemukakan perlunya latihan terbimbing adalah “siswa perlu melakukan latihan terbimbing agar kesalahan-kesalahan dapat ditujukan kepada mereka dan mereka dapat belajar dari kesalahan tersebut”.

Peranan guru tidak terbatas dalam memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan, akan tetapi guru juga mempunyai tanggung jawab untuk membantu dan mengawasi siswa. Untuk menanggulangi kesulitan dalam belajar diperlukan bimbingan belajar. Menurut Sardiman (1992 : 138) yang mengatakan bahwa :

5

“sebagai pendidik, harus berlaku membimbing, dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembanagan anak sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan, termasuk dalam hal ini yang penting ikut memecahkan persoalan-persoalan atas kesulitan yang dihadapi anak didik”.

Sesuai dengan pendapat Prey Katz yang dikutip Sardiman (1992 : 141) mengatakan bahwa peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasehat-nasehat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan.

Tujuan bimbingan dalam pembelajaran adalah :

  1. Untuk dapat memberikan bantuan kepada anak didik supaya menemukan caranya sendiri untuk belajar dengan metode yang lebih mudah dan efesien.
  2. Agar anak didik dapat mengenal diri sendiri yaitu mengetahui kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan dalam mempelajari tiap mata pelajaran.

Dalam mengerjakan soal latihan kemampuan masing-masing siswa berbeda-beda. Ada yang cepat dan ada yang lambat menyelesaikan soal-soal tersebut ada juga yang ragu-ragu. Pada saat seperti ini siswa memerlukan seseorang yang memungkinkan ia berkomunikasi, baik dengan guru maupun dengan temannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Conny,dkk (1999:63) yaitu:

“Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar tanpa tekanan, dalam kondisi yang merangsang untuk belajar dan mereka memerlukan bimbingan dan bantuan untuk memahami bahan pengajaran dalam kegiatan belajar.”

Lebih lanjut Pasanba dan Simajuntak (1998 :112) mengemukakan:

Tujuan pemberian latihan adalah untuk memperoleh suatu ketangkasan keterampialln tentang suatu yang dipelajari anak dengan melakukan secara praktis pengetahuan yang dibelajari  oleh anak itu siap dipergunakan bila sewaktu-waktu diperlukan.

Oleh karena itu siswa memerlukan bantuan dalam mengerjakan latihan berupa bimbingan dan arahan agar mereka dapat mengetahui cara-cara penyelesaiannya.

  1. B.  Tinjauan tentang upaya peningkatan aktivitas siswa

Belajar pada hakikatnya adalah suatu aktivitas yang mengharapkan terjadinya perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara siswa dengan sumber atau objek belajar, baik yang secara sengaja dirancang maupun tidak sengaja namun dapat dimanfaatkan. Hasil belajar yang maksimal dapat diperoleh lewat interaksi antara siswa dengan guru.

Sardiman (2008: 95) menyatakan bahwa “Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas”. Aktivitas merupakan prinsip atau azas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Menurut Montesori dalam Sardiman (2008: 96) “Anak-anak memiliki tenaga untuk berkembang sendiri dan  membentuk sendiri. Pendidik hanya berperan sebagai pembimbing dan mengamati perkembangan anak didik”. Jadi yang lebih banyak melakukan aktivitas di dalam pembentukan diri anak didik adalah anak itu sendiri, sedangkan pendidik hanya memberikan bimbingan dan merencanakan segala kegiatan yang akan diperbuat oleh anak didik.

Rosseau dalam Sardiman (2008: 96) menyatakan bahwa “Segala pengetahuan harus diperoleh dengan pengamatan sendiri, pengalaman sendiri, penyelidikan sendiri, bekerja sendiri, fasilitas yang diciptakan sendiri, baik secara rohani maupun teknis”. Setiap orang yang belajar harus aktif sendiri dengan kata lain tanpa adanya aktivitas maka proses pembelajaran tidak mungkin akan terjadi. Yang dimaksud dengan peningkatan aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik (jasmani) maupun mental (rohani). Hal ini di dukung oleh Ahmad (2004: 6-7) yang mengatakan bahwa:

Aktivitas fisik ialah peserta didik giat aktif dengan anggota badannya, membuat sesuatu, bermain, atau bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat, atau hanya pasif . Peserta didik yang memiliki aktivitas psikis (kejiwaan) adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya atau banyak berfungsi dalam rangka pengajaran. Seluruh peranan dan kemauan dikerahkan dan diarahkan supaya daya itu tetap  aktif untuk mendapatkan hasil pengajaran yang optimal, sekaligus mengikuti proses pengajaran secara aktif. Ia mendengarkan, mengamati, menyelidiki, menguraikan, mengasosiasikan, ketentuan satu dengan yang lainnya dan sebagainya.

Paul B. Derich dalam Oemar (2008: 172-173) membagi aktivitas siswa atas beberapa macam diantaranya:

  1. Kegiatan-kegiatan visual

Membaca, melihat gambar- gambar, demonstrasi, pameran, dan mengamati percobaan orang lain bekerja  atau bermain.

  1. Kegiatan-kegiatan oral

Mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberikan saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi dan interupsi.

  1. Kegiatan-kegiatan mendengarkan

Mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan, mendengarkan radio.

  1. Kegiatan-kegiatan menulis

Menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat rangkuman, mengerjakan tes, dan mengisi angket.

  1. Kegiatan-kegiatan menggambar

Menggambar, membuat grafik, chart, diagram, peta, dan pola.

  1. Kegiatan-kegiatan motorik

Melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari dan berkebun.

  1. Kegiatan-kegiatan mental

Merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis faktor-faktor, melihat hubungan-hubungan, dan membuat keputusan.

  1. Kegiatan-kegiatan emosional

Minat, membedakan, berani, tenang, dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini terdapat dalam semua jenis kegiatan dan overlap satu sama lain.

Menurut Ahmad (2004: 10) “Belajar adalah suatu proses dimana peserta didik harus aktif” sebagai implikasinya:

  1.          1.         Untuk membangkitkan keaktifan jiwa peserta didik, guru perlu:

a)   Mengajukan pertanyaan dan membimbing diskusi peserta didik.

b)   Memberikan tugas-tugas untuk memecahkan masalah-masalah, menganalisis, mengambil keputusan.

c)   Menyelenggarakan berbagai percobaan dengan mengumpulkan keterangan, memberikan pendapat.

  1.          2.         Untuk membangkitkan keaktifan jasmani, maka guru meliputi:

a)   Menyelenggarakan berbagai bentuk pekerjaan keterampilan di bengkel, laboratorium.

b)   Mengadakan pameran, karya wisata.

Silberman (2006: 26) menyatakan bahwa proses belajar mengajar akan meningkat,  jika siswa diminta untuk melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Mengemukakan kembali informasi dengan kata –kata mereka sendiri.
  2. Memberikan contoh.
  3. Mengenalkannya dengan bermacam bentuk dan situasi.
  4. Melihat kaitan antara informasi itu dengan fakta atau gagasan.
  5. Menggunakannya dengan  beragam cara.
  6. Memprediksikan sejumlah konsekwensinya.

Peningkatan aktivitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa dalam bertanya, mengemukakan pendapat, memberikan tanggapan terhadap jawaban teman, menjawab pertanyaan guru secara lisan, aktif dalam berdiskusi, mengikuti jalannya diskusi secara keseluruhan, mendengarkan penjelasan dari guru, mencatat hal-hal penting yang diperoleh dari diskusi atau penjelasan guru. Semua aktivitas ini, akan bermuara pada penguasaan siswa terhadap materi atau konsep yang sedang dipelajari sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

 

  1. C.      Tinjauan Tentang Belajar Dan Pembelajaran

Belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap (Elizar, 1996: 207). Dengan demikian, proses belajar terjadi pada seseorang secara sadar meliputi peningkatan pemahaman pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor sehingga menghasilkan perubahan sikap ke arah yang positif. Dalam belajar terjadi interaksi antara pembelajar dengan lingkungannya. Pada pendidikan formal di sekolah, siswa berperan sebagai pembelajar, sementara guru merupakan komponen yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.

Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswa dan memperbaiki kualitas mengajarnya. Hal ini menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar-mengajar, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar mengajar, bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar-mengajar yang efektif sehingga memungkinkan proses belajar mengajar, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai.

Untuk memenuhi hal tersebut guru dituntut untuk mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa, sehingga siswa mau belajar karena memang siswalah subjek utama dalam belajar.

  1. D.      Tinjauan tentang hasil belajar

Hasil belajar merupakan dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran. Wina  (2005: 27) mengatakan bahwa “Hasil belajar merupakan gambaran kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian siswa belajar dalam suatu kompetensi dasar”. Sementara menurut Dalyono (2007: 60-61) ada beberapa faktor-faktor yang menentukan pencapaian hasil belajar siswa, yaitu:

  1. Faktor internal, seperti kesehatan, intelegensi, bakat, minat, dan motivasi serta cara belajar.
  2. Faktor eksternal, seperti keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungannya.

Dalam Ngalim (2007: 107) dinyatakan bahwa terdapat beberapa  faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar siswa adalah :

  1. Internal

1)      Fisiologi meliputi: kondisi fisik dan panca indra.

2)      Psikologi meliputi: bakat dan minat, kecerdasan, motivasi dan kemampuan kognitif.

  1. Eksternal

1)      Lingkungan meliputi: lingkungan alam dan sosial.

2)      Instrumental meliputi: kurikulum/materi, guru, sarana dan prasarana dan manajemen/ administrasi.

Pada dasarnya setiap manusia selalu memahami proses belajar dimana proses belajar itu bertujuan untuk terjadinya suatu perubahan. Perubahan yang dimaksud bisa saja dalam segi keterampilan, sikap, kebiasaan baru lainnya. Seseorang dapat dikatakan berhasil dalam belajar jika telah terjadi perubahan tingkah laku dalam dirinya baik dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan maupun dalam bentuk sikap dan nilai positif.

Menurut Gagne dalam Tengku (2001: 82) hasil belajar merupakan kapabilitas atau kemampuan yang diperoleh dari proses belajar mengajar yang dapat dikategorikan dalam lima macam yaitu:

  1. Informasi verbal (intellectual skill)
  2. Keterampilan intelektual (intelectual skill)
  3. Strategi kognitif (cognitive strategies)
  4. Sikap (attitude)
  5. Keterampilan motorik (motor skill)

M. Sobry (2009: 120)  mengatakan bahwa ”Tes adalah alat untuk melihat perubahan kemampuan dan tingkahlaku siswa setelah ia menerima materi”. Hasil tes ini kemudian dianalisis oleh guru dan diberi penilaian. Penilaian bertujuan untuk mengukur sejauh mana ketercapaian tujuan instruksional oleh siswa.

Taksonomi Bloom dalam Anas (2007: 49) menyebutkan 3 kategori hasil belajar yang meliputi 3 ranah :

  1. Ranah kognitif : hasil belajar berupa pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian.
  2. Ranah afektif : hasil belajar berupa penerimaan, penanggapan, perhitungan pengaturan, dan bermuatan nilai.
  3. Ranah psikomotor : hasil besar berupa gerakan reflek, gerakan dasar, gerakan tanggap perseptual, kegiatan fisik dan komunikasi tidak berwawancara.

Berdasarkan kajian  teori  di atas dapat penulis simpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh seseorang setelah melakukan suatu pekerjaan/aktivitas tertentu. Hasil belajar merupakan tolak ukur atau patokan yang menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami suatu mata pelajaran.

Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang tampak pada terjadinya perubahan segi keterampilan, sikap, kebiasaan baru lainnya. Seseorang dapat dikatakan berhasil dalam belajar jika telah terjadi perubahan tingkah laku dalam dirinya baik dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan maupun dalam bentuk sikap dan nilai positif.

Secara terperinci dapat dikatakan bahwa hasil belajar atau produk belajar meliputi keterampilan intelektual, pemahaman pengertian, penguasaan kognitif, keterampilan metodik, sikap mental, dan kemampuan prestasi belajar untuk menentukan keberhasilan. Penguasaan hal-hal tersebut di atas di sekolah formal dinyatakan dalam bentuk angka atau nilai. Setiap individu menginginkan hasil yang sebaik mungkin. Oleh karena itu setiap individu harus belajar dengan sebaik- baiknya  agar  memperoleh hasil belajar yang lebih baik.

  1. E.       Hubungan Metode Latihan Terbimbing Disertai Pemberian Point Dengan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa

Guru perlu melaksanakan perubahan dari metode pengajaran atau penerapan pembelajaran  konvensional dan monoton  seperti ceramah menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan  menyenangkan bagi siswa. Penerapan metode pembelajaran perlu dilaksanakan untuk menggali potensi anak untuk selalu kreatif dan berkembang.

Metode latihan terbimbing merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode latihan terbimbing pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang dipelajari. Tujuan metode latihan terbimbing dalam pengajaran akuntansi adalah membantu siswa dalam membuat latihan- latihan yang diberikan sehingga siswa tidak mudah lupa segala yang dipelajari. Latihan yang banyak akan membantu siswa yang lemah untuk bisa memahami konsep.

Kelebihan dari metode latihan ini bisa digunakan dalam pembelajaran akuntansi. Siswa yang sudah terlatih tidak mengalami kesulitan lagi dalam menyelesaikan soal-soal. Siswa yang berkemampuan kurang akan dibimbing langsung untuk menyelesaikan soal-soal yang ada. Bila sudah terlatih maka siswa bisa menyelesaikan soal-soal secara mandiri. Metode  ini diharapkan akan meningkatkan aktivitas yang relevan dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk mencapai aktivitas belajar siswa yang maksimal, maka dalam penerapan metode latihan terbimbing ini, disertai dengan pemberian point pada siswa yang aktif dalam belajar. Aktivitas siswa  yang akan diamati antara lain: aktivitas siswa dalam bertanya, mengemukakan pendapat, memberikan tanggapan terhadap jawaban teman, menjawab pertanyaan guru secara lisan,  mendengarkan penjelasan dari guru, mencatat hal-hal penting dari penjelasan guru. Selanjutnya sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu meningkatkan prestasi belajar siswa, diharapkan dengan aktivitas yang tinggi maka akan menghasilkan prestasi belajar yang baik juga, yang tercermin dalam hasil belajar berupa nilai akademik. 


 

  1. F.       Kerangka Konseptual

Setelah melaksanakan proses pembelajaran, guru perlu mengadakan orientasi untuk melihat atau meninjau supaya lebih kenal dan lebih dekat dengan siswa. Fungsi orientasi diantaranya adalah untuk mengetahui sampai dimana pengetahuan siswa tentang materi pelajaran yang telah dipelajarinya, sebab siswa yang sudah mengenal materi pelajaran biasanya akan mempunyai motivasi yang lebih tinggi dan aktif dalam proses pembelajaran.

Supaya hal di atas dapat terwujud, maka kepada siswa diberi latihan terbimbing dan pekerjaan rumah untuk mempelajari materi yang akan dipelajari dengan harapan siswa memiliki pengetahuan dan berupaya untuk memahami pelajaran tersebut.

Kemudian selama proses pembelajaran berlangsung, siswa diberi soal-soal yang berhubungan dengan materi yang dipelajari. Siswa yang memiliki pengetahuan dan memahami pelajaran dengan baik akan mudah menyelesaikan soal-soal, sedangkan siswa yang belum memiliki pengetahuan dan kurang memahami pelajaran akan dibimbing langsung untuk menyelesaikan soal-soal yang ada.

Untuk mencapai aktivitas belajar siswa yang maksimal, maka dalam penerapan metode latihan terbimbing ini, disertai dengan pemberian point pada siswa yang aktif dalam belajar, sehingga aktivitasnya dalam proses pembelajaran akan selalu meningkat.

  1. G.      Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka konseptual di atas maka hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah “ Terdapat peningkatan motivasi belajar siswa apabila menggunakan latihan terbimbing di sertai dengan sistem point”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

  1. A.    Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (PTK) karena peneliti akan melakukan tindakan tertentu untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Menurut Almash (1998: 4), PTK itu bersifat luwes dan fleksibel sebagaimana sifat penelitian kualitatif. Jadi perubahan-perubahan dapat dilakukan selama penelitian berlangsung.

 

  1. B.     Setting dan Karakteristik Penelitian

Penelitian dilakukan di kelas XI IS 4 SMA Laboratorium UNP Padang pada semester genap Tahun Ajaran 2012/2013. Jumlah siswa XI IS 4 SMA Laboratorium UNP Padang terdiri 38 orang siswa, karakteristik siswa kelas tersebut hampir sama seperti kelas XI lainnya, baik dari kemampuan/prestasi belajar maupun keadaan sosial ekonominya.

 

  1. C.    Diagnosa Masalah
    1. Tidak adanya siswa yang mau bertanya.
  1. Masalah aktual yang ditemukan di kelas

19

Sangat sedikitnya siswa yang mau menjawab pertanyaan dan memberi tanggapan secara perorangan.

  1. Siswa lebih suka menjawab pertanyaan secara beramai-ramai sehingga apa yang dijawab mereka tidak terdengar jelas oleh guru yang mengajar.
  1. Penyebab
  1. Kurangnya rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan pendapat, member pertanyaan, ataupun menjawab pertanyaan yang diberikan.
  2. Kurangnya rasa kompetisi/persaingan pada diri siswa.
  1. Pemecahan Masalah
  1. Membangkitkan motivasi siswa untuk aktif bertanya, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat dalam belajar dengan menciptakan kompetisi/persaingan antar sesama siswa.
  1. D.    Rincian Prosedur Penelitian
  1. Perencanan

Pada perencanaan, peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Tempat penelitian adalah di SMA Laboratorium UNP Padang.
  2. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI IS 4 SMA Laboratorium UNP Padang yang terdaftar pada Tahun Ajaran 2012/2013.
  3. Melakukan orientasi dan observasi pendahuluan untuk menentukan fokus penelitian.
  4. Menyusun rencana kegiatan dalam bentuk satuan pembelajaran yang berisi tujuan atau kompetensi yang akan dicapai, materi yang akan diajarkan, kegiatan selama pembelajaran, pada awal pembelajaran dilakukan apersepsi guna meninjau kembali pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya, apakah pelajaran itu telah diulangi di rumah atau dipelajari di luar rumah dan jika pelajaran sebelumnya bisa dikuasai siswa maka dapat dilanjutkan materi pelajaran berikutnya
  5. Mempersiapkan bahan, alat, dan media yang dibutuhkan. Apersepsi sebagai kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir dengan bentuk tes dan lainnya.
  6. Penelitian dilakukan pada pertemuan ke 8-13
  7. Menyiapkan evaluasi yang akan diberikan, dan juga pedoman wawancara dan observasi. Jika hasil evaluasi tidak terjadi perubahan dan peningkatan terhadap tindakan yang telah dilakukan maka peneliti meninjau kembali permasalahan tersebut dan mencari solusi atas pemasalahan dan penyebabnya.
  1. Tindakan
  1. Memperbanyak pemberian latihan kepada siswa berupa soal-soal atau kasus-kasus tentang melaksanakan komunikasi bisnis.
  2. Menerapkan pembelajaran dengan metode latihan terbimbing dalam mempelajari pokok bahasan melaksanakan komunikasi bisnis.
  3. Memberikan nilai bonus bagi siswa yang terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar.
  1. Cara mengamati hasil tindakan
  1. Mempersiapkan daftar siswa untuk diisikan point nilai tambahan yang diisi sesuai dengan aktifitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
  2. Mendeskripsikan hasil penelitian tindakan. Jika siswa yang terlibat secara aktif  (ditunjukkan dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai bonus) di atas 50%, maka tindakan dikatakan berhasil, sedangkan jika di bawah 50% berarti tindakan belum berhasil. Penentuan siswa aktif dicari dengan rumus:

Siswa aktif =   x 100%

  1. Refleksi

Refleksi dilakukan pada akhir siklus, dimana refleksi ini merupakan sebuah renungan dan analisis terhadap tindakan yang telah dilakukan tercapai atau tidak. Hasil refleksi ini merupakan dasar untuk menyusun rencana tindakan ke tahap siklus yang ke dua sampai terjadi peningkatan motivasi belajar. Apabila motivasi belajar siswa masih rendah, maka dilanjutkan pada tahap berikutnya sesuai dengan kebutuhan dan jenis kesulitan yang dihadapi siswa

  1. E.     Instrumen Penelitian
    1. Tabel kegiatan siswa dalam kelas selama pembelajaran berlangsung.
    2. Hasil Ulangan Harian
  1. F.     Teknik Analisis Data

Analisis dilakukan setelah penerapan tindakan yang bersangkutan dilaksanakan. Pengolahan analisis data tersebut peneliti lakukan berdasarkan aktifitas siswa dalam bertanya dan memberi jawaban. Data dianalisis sebagai berikut:

  1. Jika siswa masih belum aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan, maka perlu dicarikan alternatif pemecahan masalah yang baru.
  2. Jika belum termotivasi dalam pemberian bobot maka penulis tidak berhasil dalam membimbing siswa, perlu direvisi lagi.
  3. Jika siswa banyak yang aktif (termotivasi dengan bertanya dan menjawab pertanyaan dengan pemberian sistem bobot) maka penulis berhasil membimbing siswa.
  1. G.    Desain Penelitian

Kondisi Awal

Perencanaan

Tindakan

Observasi

Refleksi

Siklus 1

Perencanaan

Yang direvisi

Tindakan

Observasi

Refleksi

Siklus 2

STOP


 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

  1. A.      Hasil Penelitian
    1. 1.    Hasil Penelitian Siklus 1
      1. Perencanaan

Program pembelajaran yang dibuat oleh penulis dalam melaksanakan pembelajaran Ekonomi dengan upaya peningkatan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut:

Materi pelajaran adalah menyusun neraca saldo setelah penutupan. Perencanaan yang dilakukan adalah guru membuat persiapan mengajar seperti rancangan program pembelajaran (RPP). Kemudian membuat beberapa bentuk soal latihan yang akan diberikan kepada siswa dan dalam pengerjaan latihan tersebut nantinya tingkat partisipasi aktif siswa dalam belajar akan langsung dinilai.

  1. Tindakan

1)        Guru menjelaskan penguasaan materi pelajaran Ekonomi yang harus dipahami siswa selama pembelajaran berlangsung dimana siswa harus memahami materi pelajaran secara individual.

2)

25

Guru menyampaikan dan menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa, setelah itu materi dilanjutkan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

3)        Dalam menjelaskan materi, guru menggunakan metode ceramah dan latihan terbimbing, dimana awal pertama guru menjelaskan materi tentang mengidentifikasi penerima pesan.

4)        Pada pokok bahasan mengidentifikasi penerima pesan, nilai bonus diberikan kepada siswa yang mengerjakan latihan di buku latihannya masing-masing dengan waktu tercepat, dan tepat.

5)        Pada pokok bahasan mengidentifikasi penerima pesan, nilai bonus diberikan kepada siswa yang aktif bertanya.

6)        Nilai bonus juga diberikan untuk setiap siswa yang mau menjawab pertanyaan dengan cara menuliskannya di papan tulis dibawah bimbingan guru.

7)        Mencatat perolehan nilai bonus siswa pada lembar data yang telah disediakan.

  1. Observasi

Dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, penulis menemukan hal-hal sebagai berikut :

1)        Siswa merasa tertarik dan senang belajar Ekonomi apalagi motivasi dengan memberikan bonus kepada yang aktif. Siswa merasa berlomba untuk mendapatkan nilai tersebut karena merasa mereka mampu.

2)        Siswa semakin aktif dan termotivasi untuk mengerjakan latihan yang diberikan dengan cepat dan benar serta tidak main-main.

3)        Siswa semakin antusias dalam belajar, semakin tinggi keingintahuannya terhadap materi yang dipelajarinya.

4)        Siswa dapat mengerjakan latihan dengan baik dan bersemangat dalam mengerjakan latihan yang diberikan.

Data aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

1)        Daftar Nama-nama siswa kelas X I IS 4

No

NAMA SISWA

L/P

1

AINIL FATIHA

P

2

AMELINDA JENS ANGGRAINI

P

3

ANGGUN JULIANDA

P

4

ARIF YUSRIZAL

L

5

CHYNTIA ARNI

P

6

DIANA FEBRIAN

P

7

DICKY NOVENDRA

L

8

ENDRICKE ADYTIA IRAWAN

L

9

HERU RIZAL SETIAWAN

L

10

ILHAM FIRMANSYAH

L

11

IMAM ALVINANDA

L

12

JEFRI FENDRIZAL

L

13

JULLIA ELNAZ

P

14

M ARIEF FAHREZA

L

15

MONICA PUTRI ERNI

P

16

NADYA AMELDA

P

17

NAVY SEPTIA WULANDARI

P

18

OZI PUTRA

L

19

RAJA BINTANG

L

20

REDHO ERMANSYAH

L

21

RENI EKA PUTRI

P

22

RIKE SISTA

P

23

RISA DESVITA

P

24

RIZKA ASTRIA

P

25

SARTIKA PUTRI

P

26

SUGANDA

L

27

TEGUH AKBAR

L

28

TIA MULYANI

P

29

TOMI SAPUTRA

L

30

TOMMY SURYA

L

31

TRI UTARI

P

32

UCI SUCIANTI

P

33

VIVI DONASARI

P

34

WILI RIZLA

L

35

YELMI PRAMITA

P

36

YODI KURNIAWAN

L

37

ZAIFI SURYA GEMILANG

L

38

ZELFI YANATHAN NATIN

P

L = 16     P = 22

Tabel 1. Daftar Nama Siswa XI IS 4

2)        Aktifitas Belajar Siswa Selama Penelitian Tindakan Dilaksanakan

No

Jenis Aktifitas

Bentuk Aktifitas Siswa

Ada/ Tidak

Ket

1

Visual Activities Melihat/membaca

Ada

2

Oral Activities Bertanya/berpendapat

Tidak

3

Listening Activities Mendengarkan guru menerangkan/ mendengarkan diskusi

Ada

4

Writing Activities Membuat tugas/latihan

Ada

5

Drawing Activities Membuat diagram

Tidak

6

Motor Activities Mengacungkan tangan/mengerjakan latihan ke papan tulis

Tidak

7

Mental Activities Menanggapi/Menjawab pertanyaan Tidak

8

Emotional Activities Berminat/Semangat

Ada

Tabel 2. Aktifitas Belajar Siswa Selama Penelitian Tindakan Dilaksanakan

3)        Daftar total perolehan bonus siswa kelas X AK

NO

NAMA

L/P

BONUS

1

AINIL FATIHA

P

1

2

AMELINDA JENS ANGGRAINI

P

2

3

ANGGUN JULIANDA

P

4

ARIF YUSRIZAL

L

1

5

CHYNTIA ARNI

P

6

DIANA FEBRIAN

P

7

DICKY NOVENDRA

L

8

ENDRICKE ADYTIA IRAWAN

L

9

HERU RIZAL SETIAWAN

L

10

ILHAM FIRMANSYAH

L

11

IMAM ALVINANDA

L

12

JEFRI FENDRIZAL

L

13

JULLIA ELNAZ

P

2

14

M ARIEF FAHREZA

L

15

MONICA PUTRI ERNI

P

16

NADYA AMELDA

P

17

NAVY SEPTIA WULANDARI

P

1

18

OZI PUTRA

L

19

RAJA BINTANG

L

20

REDHO ERMANSYAH

L

21

RENI EKA PUTRI

P

22

RIKE SISTA

P

23

RISA DESVITA

P

24

RIZKA ASTRIA

P

25

SARTIKA PUTRI

P

3

26

SUGANDA

L

27

TEGUH AKBAR

L

28

TIA MULYANI

P

1

29

TOMI SAPUTRA

L

30

TOMMY SURYA

L

31

TRI UTARI

P

32

UCI SUCIANTI

P

33

VIVI DONASARI

P

1

34

WILI RIZLA

L

35

YELMI PRAMITA

P

36

YODI KURNIAWAN

L

37

ZAIFI SURYA GEMILANG

L

38

ZELFI YANATHAN NATIN

P

1

Jumlah Siswa yang Mendapat Nilai Bonus

9 ORG

Tabel 3. Total Perolehan Bonus Siklus 1

  1. Evaluasi
    1. Analisis Data

Aktifitas siswa selama diterapkan tindakan dianalisis menggunakan lembaran observasi yang penulis isi pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Dalam hal ini penulis langsung bertindak sebagi observer karena kondisi kelas memungkinkan, dimana jumlah siswa tidak terlalu banyak dan penulis telah hapal nama seluruh siswa dengan baik. Pada lembaran observasi  terdapat delapan jenis aktifitas yang akan diamati.

Keberhasilan tindakan yang diterapkan dalam usaha peningkatan aktifitas belajar siswa di kelas dilihat dari banyaknya siswa yang masih kurang aktif aktif dalam proses belajar mengajar, sebagai berikut:

Siswa aktif =  x 100%

Siswa aktif = 9/38 x 100%

= 0,2368  100%

= 23,68%

Dapat disimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan belum berhasil.

  1. Dampak

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, terlihat bahwa penerapan latihan terbimbing disertai dengan pemberian nilai bonus pada pembelajaran Ekonomi Akuntansi pada siklus pertama belum mampu meningkatkan motivasi siswa di kelas XI IS 4 SMA Lab UNP Padang. Pada saat mempelajari pokok bahasan mengidentifikasi penerima pesan, siswa masih banyak yang menunggu untuk ditanya dan masih sedikit yang mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, maupun pertanyaan dari teman-teman mereka, serta masih sedikit sekali dari siswa yang mau menuliskan jawabannya di papan tulis tanpa ditunjuk oleh guru.

  1. Refleksi

1)        Keberhasilan Guru

a)    Bisa membuat pembelajaran lebih menyenangkan karena siswa dapat berdiskusi dengan teman-temannya dalam mengerjakan latihan dan dapat bimbingan langsung dari guru dalam melaksanakan latihan serta bagi siswa yang aktif diberikan nilai bonus, sehingga siswa lebih semangat dalam mengikuti pelajaran.

b)   Penguasaan konsep dikuasai dengan baik karena setiap ada yang kurang dipahami, siswa langsung dapat pengarahan dari guru.

2)        Kendala yang dihadapi

a)      Masih ada siswa yang malu-malu bertanya dan tidak berani menjawab pertanyaan dari guru.

b)      Rencana Perbaikan

Mencari solusi dan kendala yang dihadapi siklus 1. Menerapkan pendekatan individual sesuai dengan pelaksanaannya dan akan merapkan kembali pelaksanaan pembelajaran yang ada pada siklus 1 ke dalam siklus 2 dengan cara yang lebih baik lagi.

  1. 2.    Hasil Penelitian Siklus 2
    1. Perencanaan

Program pembelajaran yang dibuat oleh penulis dalam melaksanakan Ekonomi dengan upaya peningkatan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut :

Materi pelajaran adalah membuat pesan bisnis. Perencanaan yang dilakukan adalah: guru membuat persiapan mengajar seperti: rancangan program pembelajaran (RPP). Kemudian membuat program pembelajaran Ekonomi dengan menggunakan metode latihan terbimbing disertai sistem pemberian point. Selanjutnya penulis mempersiapkan  buku paket dan soal-soal tes yang akan dikerjakan selama pembelajaran berlangsung.

  1. Tindakan

1)        Guru menjelaskan komitmen saat memulai belajar. Dimana saat guru menerangkan semua aktivitas dihentikan. Semua memperhatikan kedepan dan tidak ada yang menulis. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa siswa akan diberikan waktu untuk mencatat setelah guru menerangkan materi.

2)        Guru menjelaskan penguasaan materi pelajaran Ekonomi yang harus dipahami siswa selama pembelajaran berlangsung dimana siswa harus memahami materi pelajaran secara individual.

3)        Guru menyampaikan dan menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa, setelah itu materi dilanjutkan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

4)        Dalam menjelaskan materi, guru menggunakan metode ceramah dan pembelajaran latihan dengan metode latihan terbimbing, dimana pada awal pembelajaran, guru menjelaskan terlebih dahulu contoh membuat pesan bisnis, sebelumnya diminta partisipasi siswa dalam mengerjakan latihan yang diberikan agar siswa lebih aktif dan lebih paham tentang materi yang diberikan.

5)        Pada pokok bahasan membuat pesan bisnis, nilai bonus diberikan kepada siswa yang paling cepat menyelesaikan latihan dengan benar dan rapi.

6)        Pada pokok bahasan membuat pesan bisnis, nilai bonus diberikan kepada siswa yang aktif bertanya, atau mau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru secara lisan.

7)        Mencatat perolehan nilai bonus siswa pada lembar data yang telah disediakan.

  1. Observasi

Dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, penulis menemukan hal-hal sebagai berikut :

1)        Siswa merasa tertarik dan senang belajar Ekonomi apalagi motivasi mendapat bonus jika aktif bertanya, menjawab pertanyaan, atau memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diberikan selama pembelajaran berlangsung. Siswa merasa berlomba untuk mendapatkan nilai tersebut karena merasa mereka mampu.

2)        Siswa semakin aktif dan termotivasi untuk belajar cepat dan tidak main-main.

3)        Siswa dapat mengerjakan latihan dengan baik dan bersemangat dalam mengerjakan latihan yang diberikan.

Data aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini:

1)      Aktifitas Relajar Siswa Selama Penelitian Tindakan Dilaksanakan

No

Jenis Aktifitas

Bentuk Aktifitas Siswa

Ada

/Tidak

Ket

1

Visual Activities Melihat/membaca

Ada

2

Oral Activities Bertanya/berpendapat

Tidak

3

Listening Activities Mendengarkan guru menerangkan/ mendengarkan diskusi

Ada

4

Writing Activities Membuat tugas/resume diskusi

Ada

5

Drawing Activities Membuat diagram

Tidak

6

Motor Activities Mengacungkan tangan/mengerjakan latihan ke papan tulis

Tidak

7

Mental Activities Menanggapi/Menjawab pertanyaan Tidak

8

Emotional Activities Berminat/Semangat

Ada

Tabel 4. Aktifitas Belajar Siswa Selama Penelitian Tindakan Dilaksanakan

2)      Daftar total perolehan bonus siswa kelas XI IS 4

No

NAMA SISWA

L/P

Nilai

Bonus

1

AINIL FATIHA

P

3

2

AMELINDA JENS ANGGRAINI

P

3

3

ANGGUN JULIANDA

P

1

4

ARIF YUSRIZAL

L

3

5

CHYNTIA ARNI

P

1

6

DIANA FEBRIAN

P

7

DICKY NOVENDRA

L

8

ENDRICKE ADYTIA IRAWAN

L

1

9

HERU RIZAL SETIAWAN

L

1

10

ILHAM FIRMANSYAH

L

1

11

IMAM ALVINANDA

L

1

12

JEFRI FENDRIZAL

L

13

JULLIA ELNAZ

P

3

14

M ARIEF FAHREZA

L

15

MONICA PUTRI ERNI

P

3

16

NADYA AMELDA

P

1

17

NAVY SEPTIA WULANDARI

P

3

18

OZI PUTRA

L

19

RAJA BINTANG

L

20

REDHO ERMANSYAH

L

1

21

RENI EKA PUTRI

P

22

RIKE SISTA

P

1

23

RISA DESVITA

P

2

24

RIZKA ASTRIA

P

25

SARTIKA PUTRI

P

3

26

SUGANDA

L

27

TEGUH AKBAR

L

28

TIA MULYANI

P

2

29

TOMI SAPUTRA

L

30

TOMMY SURYA

L

31

TRI UTARI

P

1

32

UCI SUCIANTI

P

2

33

VIVI DONASARI

P

3

34

WILI RIZLA

L

1

35

YELMI PRAMITA

P

3

36

YODI KURNIAWAN

L

1

37

ZAIFI SURYA GEMILANG

L

1

38

ZELFI YANATHAN NATIN

P

1

Jumlah Siswa yang Mendapat Nilai Bonus

24 Orang

Tabel 5. Total Perolehan Bonus

  1. Evaluasi

1)        Analisis Data

Keberhasilan tindakan yang diterapkan dalam usaha peningkatan aktifitas belajar siswa di kelas dilihat dari banyaknya siswa yang aktif dalam proses belajar mengajar, sebagai berikut:

Siswa aktif =  x 100%

Siswa aktif =  24/38 X 100 %

= 0,6315 x 100%

= 63,15%

Dapat disimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan berhasil. Berdasarkan analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa tindakan latihan terbimbing dengan disertai sistem bonus dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Jumlah siswa secara keseluruhan adalah 38 orang, 24 orang diantaranya mendapatkan bonus (aktif). Sesuai dengan kriteria penentuan siswa aktif, yang menyatakan bahwa “Jika siswa yang terlibat secara aktif (ditunjukkan dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai bonus) di atas 50%, maka tindakan dikatakan berhasil. Dalam perhitungan data terdapat 63,15 % siswa telah aktif dalam proses pembelajaran.

Siswa Aktif  > 50%

2)        Dampak

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, terlihat bahwa penerapan metode pembelajaran latihan terbimbing dengan pemberian nilai bonus pada pembelajaran Ekonomi dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa di kelas XI IS 4 SMA Lab UNP Padang. Pada saat mempelajari pokok bahasan membuat pesan bisnis, siswa antusias dan berebutan mengacungkan tangan untuk bertanya dan menuliskan jawaban dari kasus atau soal yang diberikan pada papan tulis yang nantinya akan dicocokkan dengan latihan yang telah dibuat oleh siswa pada buku latihannya masing-masing..

  1. Refleksi

Peningkatan aktifitas belajar siswa dapat dilakukan dengan menumbuhkan motivasi belajar dalam diri siswa. Salah satunya dengan menciptakan kompetisi/persaingan antar sesama siswa. Ketika diterapkan pemberian nilai bonus, siswa akan termotivasi untuk bersaing mengumpulkan nilai terbanyak sehingga dengan sendirinya aktifitas belajar meningkat. Berdasarkan hasil pengamatan maka diperoleh hal-hal sebagai berikut :

1)        Adanya upaya perbaikan tentang kekurangan-kekurangan yang dirasakan pada saat pelaksanaan pembelajaran dalam siklus 1 sehingga lebih baik pada siklus ke 2.

  • Tindakan pada siklus ke 2 :
  1. Guru menjelaskan komitmen saat memulai belajar. Dimana saat guru menerangkan semua aktivitas dihentikan. Semua memperhatikan kedepan dan tidak ada yang menulis. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa siswa akan diberikan waktu untuk mencatat setelah guru menerangkan materi.
  2. Guru menjelaskan penguasaan materi pelajaran Ekonomi yang harus dipahami siswa selama pembelajaran berlangsung dimana siswa harus memahami materi pelajaran secara individual.
  3. Guru menyampaikan dan menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa, setelah itu materi dilanjutkan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
  4. Dalam menjelaskan materi, guru menggunakan metode ceramah dan pembelajaran latihan dengan metode latihan terbimbing, dimana pada awal pembelajaran, guru menjelaskan terlebih dahulu contoh membuat pesan bisnis, sebelumnya diminta partisipasi siswa dalam mengerjakan latihan yang diberikan agar siswa lebih aktif dan lebih paham tentang materi yang diberikan.
  5. Pada pokok bahasan membuat pesan bisnis, nilai bonus diberikan kepada siswa yang paling cepat menyelesaikan latihan dengan benar dan rapi.
  6. Pada pokok bahasan membuat pesan bisnis, nilai bonus diberikan kepada siswa yang aktif bertanya, atau mau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru secara lisan.
  7. Mencatat perolehan nilai bonus siswa pada lembar data yang telah disediakan.

2)        Guru sudah dapat menggunakan upaya pemberian point dengan lebih baik serta akan menggunakan evaluasi ini seterusnya dalam meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.

3)        Guru sudah menggunakan metode pembelajaran yang menarik kepada siswa yaitu dengan memberikan latihan dan dalam pelaksanaannya, siswa dibimbing dalam menyelesaikan latihan tersebut, sehingga siswa dapat memahami konsep-konsep atas materi yang dipelajari.

  1. B.       Pembahasan

Dari data yang dikumpulkan selama penelitian di Kelas XI IS 4 SMA Lab UNP Padang, dapat dilihat dari Hasil Penelitian Siklus 1 dengan 3 kali pertemuan dari pertemuan ke-8 sampai pertemuan ke-10 terdapat 9 orang siswa yang aktif dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan presentasi 23,68%  dari 38 orang siswa dalam Kelas XI IS 4 SMA Lab UNP Padang.

Pada Hasil Penelitian Silkus 2 terjadi peningkatan yang signifikan, siswa yang aktif dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) menjadi 24 orang siswa dengan 3 kali pertemuan dari pertemuan ke-11 sampai ke-13, dengan data presentasi 63,15 %.

Jika dibandingkan dari tindakan yang dilakukan pada siklus 1 terdapat peningkatan yang signifikan atas keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Contohnya, saat di berlakukannya sistem point siswa menjadi lebih terpacu dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Mereka termotivasi karena ingin mendapatkan nilai (point).

Hal ini sesuai dengan pendapat dari Silberman (2006:26) yang menyatakan bahwa “Aktivitas siswa dalam bertanya, mengemukakan pendapat, memberikan tanggapan terhadap jawaban teman, menjawab pertanyaan guru secara lisan, aktif dalam berdiskusi, mengikuti jalannya diskusi secara keseluruhan, mendengarkan penjelasan dari guru, mencatat hal-hal penting yang diperoleh dari diskusi atau penjelasan guru. Semua aktivitas ini, akan bermuara pada penguasaan siswa terhadap materi atau konsep yang sedang dipelajari sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa”.

Dilihat dari data Hasil Penelitian di atas, dapat diketahui bahwa dengan penerapan latihan terbimbing dengan pemberian nilai bonus atau sistem point dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan menjadikan siswa terlibat aktif dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Siswa tidak lagi malu ataupun enggan bertanya, menjawab pertanyaan dan memberi tanggapan. Disamping itu proses belajar mengajar juga menjadi efektif dan menyenangkan.

BAB V

 KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. A.      Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pembelajaran melalui latihan terbimbing dan sistem point dapat memberi pengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Laboratorium UNP Padang.
  2. Penerapan pembelajaran dengan latihan terbimbing serta sistem point ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa.
  3. Pembelajaran melalui latihan terbimbing dan sistem point ini juga merupakan strategi belajar yang bisa diterapkan dalam proses belajar mengajar, sehingga meningkatnya motivasi siswa dalam belajar.
  1. B.       Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh mengenai peningkatan motivasi siswa dalam pembelajaran Ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran latihan terbimbing disertai dengan sistem point, maka penulis memberikan saran-saran yang sifatnya membangun kepada guru dan siswa kelas XI IS 4 SMA Laboratorium UNP Padang, sebagai berikut:

45

Kepada pihak sekolah untuk mensosialisasikan metode pembelajaran latihan terbimbing disertai dengan sistem point,  agar dapat digunakan oleh guru sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran karena dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi dan siswa lebih siap untuk mempelajari materi yang akan disampaikan oleh guru.

  1. Pemberian point kepada siswa agar lebih ditingkatkan, point dapat berupa pemberian nilai bonus. Dengan pemberian nilai bonus yang lebih banyak, akan memotivasi siswa untuk meningkatkan pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta.

Bachtiar. 1985. Teori Belajar. FIP IKIP Padang.

Ellizar. 1996. Pengembangan program Pengajaran Kimia. Padang: FMIPA IKIP Padang.

Marjohan, Erman Amti. 1991. Bimbingan Belajar dan Konseling. Depdikbud. Jakarta.

Osbourne, Richard, Freud untuk pemula Psikologi remaja ( artikel ).

Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Raja Grasindo Persada. Jakarta.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Renika Cipta. Jakarta.

Suryabrata, Sumadi. 2004. Metodologi Penelitian. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Usman, Moh. Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.

46

               

 

 

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

47

 



Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dengan Penerapan Latihan Terbimbing Disertai Dengan Sistem Point pada Mata Pelajaran Ekonomi Akuntansi di SMA Pembangunan Lab. UNP

 

 

Penelitian Tindakan Kelas

 

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Pada Mata Kuliah

Praktek Lapangan Kependidikan

 

                                                                           

 

 

Oleh:

Dicky Hendra Mulyadi

2009 / 98479

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2013

Leave a Reply

Delicious


Calendar

May 2013
M T W T F S S
« Nov    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031